OSL DAILY PULSE | 22 SEPTEMBER 2026
☆ Bitcoin Tembus US$86.000, Short Squeeze Besar
Bitcoin menembus level tertinggi dalam delapan hingga sembilan bulan terakhir dan sempat menyentuh US$86.000–US$87.000. Kenaikan ini terjadi setelah harga bertahan di atas rata-rata pergerakan 50 minggu, sebuah sinyal teknikal yang sering dianggap sebagai tanda pembalikan tren.
Pemicunya adalah kombinasi short squeeze, dana yang kembali masuk ke ETF, harga minyak yang turun, dan pemulihan saham AS. Dalam 24 jam, likuidasi di pasar kripto mencapai sekitar US$750 juta hingga US$1,03 miliar.
Menariknya, open interest justru naik. Artinya, ada uang baru yang masuk ke pasar, bukan sekadar trader yang menutup posisi. Jika permintaan beli di pasar spot tetap kuat, harga berpeluang menguji level psikologis US$90.000.
☆ Hyperliquid Cetak ATH dan Perluas Produk
Token HYPE mencetak rekor harga tertinggi baru di atas US$95. Kenaikan ini seiring peluncuran fitur baru Hyperliquid, yaitu pinjaman USDC dan USDT dengan jaminan HYPE atau BTC, serta produk perpetual BVIV yang melacak tingkat volatilitas Bitcoin selama 30 hari dengan leverage hingga 5x.
Inovasi produk derivatif on-chain seperti ini menarik minat trader profesional sekaligus meningkatkan kegunaan token exchange. Perkembangan ini positif bagi harga HYPE dan pendapatan protokol. Namun, ada risiko efek domino jika volatilitas tiba-tiba berbalik, mengingat banyaknya leverage yang terkonsentrasi di satu platform.
☆ Bursa Rusia (MOEX) Mulai Perdagangan Perpetual Kripto
Mulai 22 September, Moscow Exchange (MOEX) meluncurkan kontrak perpetual futures untuk indeks BTC, ETH, SOL, XRP, dan TRX. Produk ini khusus untuk investor tersertifikasi, diselesaikan dalam rubel, dan tidak melibatkan penyerahan koin secara fisik. Sejak mulai menawarkan derivatif kripto pada pertengahan 2025, MOEX telah mencatat lebih dari 72.000 investor tersertifikasi dengan total nilai transaksi di atas 600 miliar rubel atau sekitar US$7 miliar.
Masuknya lembaga keuangan tradisional di negara non-Barat menambah saluran baru untuk perdagangan dan lindung nilai kripto, meski relatif terpisah dari aliran dolar global. Perkembangan ini menaikkan likuiditas lokal, tetapi dampaknya terhadap harga kripto global cenderung terbatas kecuali volumenya jauh melampaui perkiraan.
☆ Empat Negara Peringatkan Serangan Siber WaterPlum
AS, Jepang, Australia, dan Jerman merilis peringatan bersama tentang kelompok peretas WaterPlum yang diduga terkait dengan Korea Utara. Kelompok ini telah menginfeksi lebih dari 30.000 perangkat di lebih dari 100 negara, membobol lebih dari 7.000 dompet kripto, dan mencuri setidaknya US$10,71 juta antara Desember 2025 dan Juli 2026.
Kasus ini menunjukkan bahwa ancaman keamanan tidak hanya datang dari sisi smart contract, tetapi juga dari sisi sumber daya manusia. Institusi yang menyimpan aset kripto rentan dibobol melalui perangkat karyawannya. Meski nilai kerugiannya lebih kecil dibanding peretasan bursa besar, metode serangan seperti ini sangat berbahaya bagi perusahaan yang merekrut karyawan jarak jauh.
☆ Tekanan Makro Mereda Jelang KTT Trump–Xi
Harga minyak Brent dan WTI turun selama empat sesi berturut-turut. Penurunan ini dipicu sinyal dari Qatar dan Trump bahwa negosiasi AS–Iran bisa dilanjutkan, ditambah pasokan minyak Timur Tengah yang lebih lancar dari perkiraan. Imbal hasil obligasi AS ikut melandai, dan Nasdaq mencatat kenaikan harian terkuat sejak awal Agustus. Pasar kini menanti KTT Trump–Xi di Washington pada Kamis 24 September, yang akan membahas gencatan tarif, LNG, kedelai, rare earth, dan AI.
Kripto masih sangat sensitif terhadap kondisi likuiditas dan harga energi. Turunnya harga minyak membantu meredakan tekanan inflasi, sehingga selera investor terhadap aset berisiko meningkat. Jika KTT nanti menghasilkan perpanjangan gencatan tarif, tren risk-on ini bisa berlanjut. Sebaliknya, kegagalan negosiasi berpotensi memicu pembalikan arah yang cepat.