Khalifah Harun al-Rasyid senang Ja'far bin Yahya dan saudarinya, al-Abbasah, hadir di majelis minum khamrnya. Supaya keduanya bisa terus berkumpul di sana, ia izinkan mereka menikah, asal tidak pernah berduaan.
Al-Abbasah lalu mengakali Ja'far sampai mereka berduaan, dan ia hamil. Harun murka, dan keluarga Barmak ditumpas.
Begitu cerita yang dinukil semua sejarawan. Ibn Khaldun menyebutnya hikayat yang tercemar: jauh sekali dari kedudukan al-Abbasah, putri khalifah dan saudari khalifah.
Kabar yang cuma bersandar pada nukilan, katanya, tanpa ditimbang dengan kebiasaan, kaidah politik, dan tabiat masyarakat, bisa jadi tergelincir dan menyimpang dari kebenaran.
Menurut Ibn Khaldun, keluarga Barmak ditumpas karena mereka menguasai negara sendirian dan memegang harta pajak, sampai Harun minta sedikit uang pun tidak sampai ke tangannya.
Sumber: al-Ibar wa Diwan al-Mubtada' wa al-Khabar