MANJA
guys, ini ada keluhan yang lagi rame soal program penempatan kerja yang bikin bingung manager kopds
jadi ceritanya, ada peserta yang domisilinya sulawesi tengah awalnya di tanggal 24 dia sempet dikasih bayangan bakal ditempatkan di banggai laut masih satu provinsi, masih masuk akal
tapi begitu surat resminya keluar tanggal 25 september isinya berubah total
dia malah ditempatkan di papua barat daya tepatnya di inarwatan, kabupaten sorong selatan buat posisi mate di program kampung nelayan merah putih (knmp)
jauh banget dari domisili asalnya
yang bikin tambah bingung katanya ada peserta lain yang domisilinya dari jawa, tapi malah ditempatkan di sulawesi tengah daerah yang justru lebih deket ke domisili si pengeluh tadi
jadi posisinya kebolak-balik yang harusnya deket malah dilempar jauh, yang dari jauh malah ditaro di daerah yang lebih deket buat orang lain
dari dokumen yang beredar juga keliatan ini bagian dari hasil seleksi nasional panitia knmp dengan kontrak kerja pkwt 24 bulan, mobilisasi ditarget 16 november 2026
sampai sekarang belum ada penjelasan resmi soal dasar penentuan lokasi penempatan itu apa apakah acak, berdasarkan kuota daerah, atau ada pertimbangan lain
kita di sini netral ya guys, cuma nyampein apa yang beredar tapi boleh dong kita sama-sama mikir bareng
menurut kalian, kalau emang ada ketidaksesuaian kayak gini, ini salah sistemnya, salah panitia seleksinya, atau emang risiko yang harus diterima peserta pas daftar program semacam ini