Aku gak benci AI.
Aku pakai AI, strictly local (diproses GPU sendiri), buat kerjaan repetitif kayak rapihin folder downloads, rename hasil syuting yang ratusan file itu, dan hal lain yang gak butuh kreatifitas manusia.
Buat apa? Biar aku punya waktu lebih banyak buat menggambar, nge-rigging, menulis, dan berkarya tanpa perlu mengandalkan AI.
Karena sebagai lulusan IT, aku sangat sadar kalau AI itu TIDAK PUNYA KEMAMPUAN KREATIF BAWAAN, mereka cuma bisa mixing hasil kerja manusia yang udah mereka pelajari.
AI itu tidak benar-benar cerdas, yang cerdas dan benar-benar kreatif itu manusia, dan sisi kemanusiaan itu akan terasa dari hasil karyanya.
Oleh karena itu, aku pribadi memilih untuk memanusiakan sesama manusia, termasuk diriku sendiri. Lebih baik berusaha dan menggambar sendiri meskipun hasilnya masih jauh dari kata ideal, daripada mengandalkan mesin yang cuma bisa bikin chimera dari hasil karya orang lain.
Atau kukatakan saja inti dari pendapatku
Semua yang benci AI sebenarnya orang yang sadar mereka bisa saja digantikan oleh AI. Cuma mereka ga mau ngaku & malah nge-hate AI