wkwkwk persidangan di game ama anime aja lebih niat dan jelas hasilnya daripada ini, beneran diberakin di muka anjir teleekkk
GAK ADA BUKTI YANG MEYAKINKAN IJAZAHNYA ADA!!!
TAPI GAK DIDISKUALIFIKASI!
1) Untuk dapat SK penyetaraan, berdasarkan Kepdirjen No. 33/MPK.D/KS/2018, salah satunya perlu surat keterangan dari KBRI tempat Gibran sekolah.
Gibran sekolah di Singapura dan Australia, maka perlu ditanyakan ke KBRI Singapura dan KBRI Canberra.
Pernah gak dia bikin surat pengantar?
***
2) Hakim menanyakan ke KBRI Singapura, tepatnya Atase Pendidikan.
Apakah ada arsipnya Gibran pernah meminta surat untuk keperluan pendidikan?
Tidak ketemu arsipnya. Tidak ada. Di Singapura tidak ada.
***
3) Hal yang sama ditanyakan hakim ke Atase Pendidikan KBRI Canberra
Apakah ada arsipnya?
Tidak ketemu. Tidak ada. Tidak pernah ada arsip dokumen Gibran pernah meminta surat untuk keperluan pendidikan. DI AUSTRALIA TIDAK ADA.
***
4) Lah, berarti Surat Keterangannya ada tanpa pengantar KBRI?
Iya. Atau setidaknya nggak ketemu dokumennya. Hilang? Rusak? Yo ndak tahu kok tanya saya?
Yang jelas di KBRI dua tempat gak ada.
Terus tetep bisa?
***
5) Bisa kalau ada Surat Pengantar dari Kedutaan Singapura di Jakarta, Kedutaan Australia di Jakarta, atau Sekolah dia di LN.
Boleh dipakai pengganti, aturannya ada.
Di persidangan mereka tidak dihadirkan, jadi gak tau. Mungkin saja ada. Yang jelas dari KBRI tidak ada.
***
6) Tapi surat keterangannya keluar? Iya keluar.
Tanggal 6 Agustus 2019. Diminta dan diterbitkan di hari yang sama.
Bukti screenshot web Sistem Informasi ada di MK. Keliatan jelas.
Lah terus bisa diverifikasi di hari yang sama? Cepet amat? Biasanya yang penyetaraan aja minimal 2 minggu? Bahkan bisa berbulan-bulan? Yo ndak tahu kok tanya saya?
***
7) Siapa yang tanda tangan dan bertanggung jawab?
Yang tanda tangan Sesdirjen. Namanya Pak Sutanto.
Gak dipanggil? Udah dipanggil. Tapi katanya lagi di Gunung Kidul.
Gak bisa dihubungi. Gak bisa dihadirkan di MK.
***
8) Beneran gak bisa hadir? Gunung Kidul? Video call kan bisa? Itu KBRI Singapura sama Australia aja video call?
Terakhir ada di berita, dia di sidang korupsi Chromebook. Januari 2026.
Menerima uang gak jelas 50 juta. Bersaksi di pengadilan.
Lah itu ada? Yo ndak tau kok tanya saya?
***
9) Terus dari Dikdasmen, ada yang dateng buat gantiin? Kan seenggaknya mereka ada arsip?
Ada. Pak Dirjen dateng. Namanya Pak Gogot.
Tim penilai penyetaraan juga dateng. Namanya Pak Taufiq.
Ditanya sama hakim, kok ini yang disetarakan pengetahuan-nya? Bukan ijazah-nya?
Padahal punya Gibran yang S1 dari MDIS/Bradford merujuk ke ijazah-nya.
Kok bisa Dikdasmen sama Dikti beda? Kan dasarnya Permendikbud yang sama soal penyetaraan ijazah? Yo ndak tau kok tanya saya?
***
10) Iya. Kata Pak Dirjen, itu template.
Punya anaknya yang lulus SMA dari Korea, kata-katanya juga sama persis.
Lah tapi anak Pak Dirjen ijazah-nya ada?
Ada. Ijazah SMA dari Korea.
Dih, ya beda dong?
***
11) Terus gimana mereka ngecek "pengetahuan"-nya setara dengan Grade 12 SMK? Jurusannya spesifik lagi?
Nah, waktu itu hakim nanya Pak Taufiq. Tim penilai.
Katanya dinilai dari transkrip, terus juga silabus atau learning outcome, terus dicocokin sama Kurikulum nasional Indonesia.
Jadi disamain ke SMK gitu. Bisa mereka verifikasi itu semua dalam sehari? Gak ada 24 jam itu, tanggalnya belum ganti? Yo ndak tau kok tanya saya?
***
12) Terus dokumen apa yang disubmit waktu permohonan? Pasti ditanya hakim kan?
Iya. Jawabannya certificate of attendance sama transkrip.
LAH??? Certificate of attendance kan sertifikat kehadiran? Bukan kelulusan? Iya.
Punya transkrip bukan berarti lulus kan? Iya bukan.
Terus yang menandakan dia lulus atau tamat apa? Yo ndak tau kok tanya saya?
***
13) Emang biasanya yang lulusan Australia gimana?
Nah, hakim nanya tuh ke Atase KBRI Canberra. Biasanya dokumennya apa aja?
Katanya transkrip sama award certificate.
Award certificate ini yang menyatakan dia lulus, dan jenjangnya apa. Misalnya S1.
NAH ITU? ADA GAK WAKTU SUBMIT?
KATA PAK TAUFIQ GAK ADA. WAKTU PERMOHONAN GAK ADA.
Mereka nilai dari transkrip sama certificate of attendance aja.
***
14) Siapa tahu sekolahnya emang gak ngeluarin?
Hakim nanya gak ke ahli pendidikan gitu?
Iya nanya. Ke Ina Lim. Dia bilang mungkin aja jenjangnya advanced diploma.
Lahhh? D1 dong? Masalahnya kan yang ditanya SMA? Aturan KPU minta SMA?
Terus kalau jenjangnya itu selesai, kan sertifikatnya mestinya ada?
Iya, ahli bilang KALAU SELESAI HARUSNYA SERTIFIKATNYA ADA.
Terus jadi ada gak? Yo ndak tau, kok tanya saya?
***
15) Oke.
Tapi surat keterangannya ada ya? Terus dipakai nyalon wapres buat gantiin ijazah SMA? Iya ada.
Emang gak diverifikasi KPU? Didatengin kek itu Dikdasmen-nya? Tanyain kek itu surat beneran apa enggak?
NGGAK. KPU NGGAK DATANG KE DIKDASMEN.
HAH??? Jadi percaya gitu aja KPU-nya?
Iya. Karena surat keterangannya kan yang ngeluarin lembaga negara yang berwenang.
Kata KPU ke Hakim. Gitu.
***
16) Bukannya harusnya yang dicek kelengkapan sama kebenaran dokumen???
Iya. Undang-undangnya bilang begitu. Literally.
Lah terus gimana ngecek kebenarannya? Percaya aja?
Ya KPU kan percaya sama lembaga negara.
***
17) Seriusan percaya-percaya aja? Emang Pemilu atau Pilkada sebelumnya gimana? Bukannya sering tuh kasus ijazah palsu?
Di sidang didatengin tuh Komisioner KPU Pemilu sebelumnya.
Dia bilang, dulu KPU datengin tuh ke sekolah para calon buat verifikasi.
Lah itu harus dateng?
Iya bahkan SEKOLAHNYA Gubernur Maluku Utara, SHERLY TJOANDA DI DENPASAR aja didatengin sama KPU Maluku Utara buat verifikasi.
Kok yang ini enggak? Yo ndak tau kok tanya saya???
***
18) Terus kan KPU kerja diawasin Bawaslu? Mereka gak ikut verifikasi? Barengan?
Kata Bawaslu ke Hakim, mereka gak bisa akses login SILON, Sistem Informasi Calon, buat ngecek persyaratan.
Gimana bisa ngecek kalau login aja gak bisa?
Terus Bawaslu gak lapor ke mana gitu? Lapor soal etik sama keterbukaan informasi ke KIP sama DKPP.
***
19) JADI INI BARANGNYA ADA APA ENGGAK?
Nah, MK bilang mereka TIDAK MENEMUKAN BUKTI YANG MEYAKINKAN KALAU IJAZAH SMA-nya ADA.
Nah, itu berarti GAK ADA IJAZAHNYA??? Nggak, TIDAK DITEMUKAN BUKTI YANG MEYAKINKAN.
***
20) Berarti gak memenuhi syarat CALON WAKIL PRESIDEN waktu itu?
Kurang lebih. ADA CACAT ADMINISTRASI. TERBUKTI.
Laaaahh? Terus didiskualifikasi???
NGGAK.
Hah? SOALNYA DIA UDAH WAKIL PRESIDEN SEKARANG. Bukan CALON WAKIL PRESIDEN.
JADI MK GAK DISKUALIFIKASI.
JADI BISA YA GAK LOLOS JADI CALON WAKIL PRESIDEN TAPI JADI WAKIL PRESIDEN?
YO NDAK TAU KOK TANYA SAYA???