Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo di akhir Oktober 2026, program Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi salah satu yang dampaknya paling kelihatan. Ini angka-angkanya.
Per 31 Agustus 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat MBG sudah menjangkau 56,99 juta penerima manfaat, sekitar 76,45% dari target 74,56 juta. Sekitar 340 ribu dari 580 ribu satuan pendidikan sudah dilayani. Dapur SPPG yang beroperasi kini 27.022 unit, setelah 480 SPPG baru dibuka di 16 provinsi Indonesia Timur, termasuk wilayah 3T dan daerah dengan stunting tinggi. Total sajian yang disalurkan sejak awal sudah lebih dari 8,3 miliar porsi.
Dampaknya ke anak sekolah? Riset Bappenas yang dipaparkan Muhammad Qodari: siswa yang makan buah naik dari 26% ke 84%, konsumsi protein hewani dari 65% ke 90%, dan siswa yang belajar dalam kondisi kenyang naik dari 43% ke 84%. Kepala SD Negeri 24 Rufei, Sorong, Sientje Martentji Ajomi bilang anak-anak "lebih fokus di kelas, lebih aktif bertanya, dan lebih ceria sepanjang hari."
Ke ekonomi juga terasa. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut MBG menurunkan beban konsumsi makanan rumah tangga. BGN mencatat 1.285.250 tenaga kerja terlibat dan 142.387 penyuplai, termasuk 59.291 UMKM, 13.306 koperasi, dan 1.410 BUMDes.
Pengamat Trubus Rahadiansyah menilai dampaknya relatif positif, terutama buat masyarakat desil 1 sampai 4, sambil mendorong pemda lebih dilibatkan. Kepala BGN Sudaryono juga minta bupati dan wali kota rutin sidak SPPG demi keamanan pangan.
Masih ada ruang perbaikan, tapi angka-angkanya menunjukkan investasi gizi buat generasi berikutnya mulai berjalan.
cnnindonesia.com/nasional/20…