Sekadar mengingatkan aja kalau masalah dari beberapa jenis gangguan jiwa itu termasuk kesulitan dalam menyelesaikan masalah, regulasi emosi, bias negatif terhadap dunia, kepribadian eksentrik, hipersensitifitas dalam relasi, waspada berlebihan, perkembangan ego yang tidak sehat, serta segenap hal lain yang membuat mereka merasakan dan berpikir secara berbeda dengan kebanyakan orang.
Kalau pada peduli mental health awareness, termasuk mental health orang lain & bukan diri sendiri doang, yah harusnya paham bahwa ada perbedaan dan keunikan ini. Tentu, gak perlu selalu dimaklumi kalau sudah harmful. Tapi, gak perlu sampai distigma juga lah, apalagi kalau orangnya udah meninggal dan gak bakalan ngaruh ke hidupmu juga.
Gak usah ngerasa paling bermoral sendiri. Tanpa gangguan jiwa pun, kita juga bisa jadi lukai orang lain atau lakuin hal yang problematik koq. Ingat aja kalau masih sama2 manusia tempatnya salah dan cela, emang mau diperlakukan dan dikatain sampai segitunya pas berbuat salah? Apalagi ini situasinya masih ada yang lagi berduka, kalau gak bisa respect sama mendiang, yah minimal respect sama yang berduka, mikir enak gak tuh didengernya postinganmu.
Ini juga berlaku buat kita nahan penghakiman sama siapapun yang ditargetkan dalam postingan terakhir sih. Udah tau yang nulis punya potensi cara mikir dan berelasi berbeda dari kebanyakan orang, yah harusnya nahan diri dulu buat tidak ikutan penghakiman sendiri ke orang yang diasumsikan bermasalah dan berkontribusi ke kematiannya.
Kenapa harus pada reaktif menghakimi sih? Ketrigger karena merasa dulu ada di posisi yang kurang lebih serupa? Kebelet pengen terlihat lebih bermoral anti-bullying? Coba fokus sama pemulihan diri sendiri biar gak reaktif dan coba renungi bagaimana menggunakan kebaikan dalam situasi yang kamu gak paham detailnya alih2 ikutan punitif. Jangan sampai kepahitan masa lalu mu malah mengubah kamu menjadi orang yang sama dengan yang menyakitimu.