Seorang pedagang cermin tewas dikeroyok di Pejompongan saat aksi massa berakhir bentrok. Setengah jam sebelumnya, satu pemuda dipukuli dan dibawa ke Polda Metro Jaya. Rekaman berkata lain, memperlihatkan sejumlah orang di sekitar kedua korban pernah terlihat bersama kelompok polisi malam itu.
“BAWA AJA! BAWA! BAWA! SERET!”
Suara itu terdengar dari Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, Kamis malam, 27 Agustus 2026. Sekelompok orang berpakaian hitam mengepung seorang pria. Mereka menarik tubuhnya. Menyeretnya ke jalan. Beberapa orang memukulinya memakai tongkat kayu.
Korban adalah Bambang Setiawan, 59 tahun, pedagang cermin. Malam itu, sekitar pukul 23.30 WIB, ia menjadi sasaran pengeroyokan di tengah kericuhan yang terjadi setelah demonstrasi di DPR.
Narasi yang beredar di media sosial, pelaku pengeroyokan Bambang dan Fatur disebut-sebut sebagai massa Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu atau GRIB Jaya.
GRIB memang turun ke jalan malam itu. Kelompok massa dari organisasi tersebut terlihat bergerak setelah demonstrasi 27 Agustus berakhir. Hercules alias Rosario de Marshall dikabarkan memimpin langsung pergerakan mereka.
Sejumlah video amatir juga merekam massa berbaju hitam yang diduga kelompok GRIB mengejar dan memukuli orang-orang di sekitar Slipi, Jakarta Barat.
Tapi, Bambang dan Fatur dikeroyok bukan di Slipi.
Mereka berada di Pejompongan, Jakarta Pusat. Jaraknya sekitar dua kilometer dari lokasi terakhir massa GRIB yang terekam.
Lantas, siapa orang-orang berbaju hitam yang menyeret Bambang?
Pertanyaan itu membawa kami menelusuri ulang malam tersebut: dari rekaman video, kesaksian warga, waktu kejadian, hingga pergerakan kelompok yang berada di sekitar Pejompongan.
@suaradotcom bersama
@projectm_org dan
@BBCIndonesia melakukan reportase investigatif terkait kematian Bambang, pedagang cermin di Pejompongan saat demo 27 Agustus 2026.
Baca reportase investigatif ini di:
liks.suara.com/read/2026/09/…
Jadikan
@suaradotcom sumber berita:
Klik
google.com/preferences/sourc… & centang sebagai referensi pilihan. Bagikan konten ini.