Jawaban Rocky Gerung itu contoh klasik dari teknik pendeonstruksian pertanyaan (retoris-filosofis). Ia menggeser fokus debat dari substansi (apa capaian/target konkritnya) menjadi kategori bahasa (menyoal kata "target" atau nominal). Secara psikologi politik, jebakan logika (fallacy) yang dipasang adalah Slippery Slope dan Red Herring: ia mengesankan bahwa menetapkan target terukur itu pasti berujung pada kegagalan, padahal target adalah tolak ukur akuntabilitas.
rocky gerung kenapa jadi aneh gini.
padahal itu wartawan khan nanya baik², respons’nya malah begitu 😠