ada satu hal didunia ini yang sangat berharga yaitu menjalani hidupmu dengan kebenaran dan keadilan, dengan sikap yang penuh kebajikan

Kota Medan, Sumatera Utara
IDE ROCKY GERUNG TENTANG INDONESIA ADALAH FEDERALISME Rocky Gerung sudah jauh levelnya di atas kebanyakan narasumber lain. Bukan karena suaranya paling keras. Karena pikirannya tidak berhenti di slogan yang sudah hafal sejak SD. Indonesia harus dibawa ke depan. Ke paradigma baru. NKRI sudah bosan kita. Bukan benderanya yang bosan. Sistemnya. Kesatuan yang kaku bikin kita tidak bisa bergerak. Daerah menunggu. Pusat mengatur. Kritik dibilang makar. Gagasan baru dibilang pecah belah. Bagaimana kalau federalisme? Federalisme yang mana? Versi Eropa. Versi Amerika. Silakan pilih. Isinya boleh agama. Boleh sosialisme. Boleh liberal. Terserah. Yang tidak boleh ide itu tidak ada. Negara maju tidak takut membahas bentuk kuasa. Yang takut biasanya yang hidup dari keran pusat. Rocky tidak sedang jualan bendera baru. Dia sedang buka pintu yang selama ini dikunci atas nama harga mati. Harga mati tanpa gagasan baru hanya bikin negara diam. Dan negara yang diam cepat atau lambat akan ditinggal pikirannya sendiri.
23
10
24
8,766
Komunikasi gen milenial dibilang jelek sama gen Z pertengah yang sebagian besar lulus SMA di era regime jokowi. Membandingkan kedua generasi itu cukup bandingkan saja bagaimana komunikasi SBY begitulah cara komunikasi gen milenial dan cukup lihat komunikasi JOKOWI/ GiBRAN untuk melihat cara komunikasi gen z. Oea kemaren yang milih karna "gemoy" itu gen apa ya?馃檮
3
7
800
Sumatera Adil & Federal retweeted
Petugas lapas menghalang halangi tim ombudsman yg menginspeksi lapas . Ternyata ada ruangan ruangan mewah di lapas 馃馃
2
38
65
1,276
Sumatera Adil & Federal retweeted
Pantesan koruptor banyak yg tenang tenang saja kalau di tangkap 馃檮
4
28
50
1,019
Sumatera Adil & Federal retweeted
Replying to @indepenSumatera
Jokowi 10.000 T
1
1
3
988
Sumatera Adil & Federal retweeted
Gojek cobra 馃槑 kalau orange pasti shopee cobra
Warna ijo kepala mirip cobra. Ular apa ini 馃槺
10
5
17
1,089
Sumatera Adil & Federal retweeted
Facebook is much better than x, Do you agree ? What doesn't Facebook have? Ai they have meta, even if it supports business, advertising costs are much cheaper than x, so what are the advantages of x? Can you answer it @nikitabier ?
12
8
25
1,441
Sumatera Adil & Federal retweeted
Makanya gw sering sebut orang ini Devil Incarnate. Banyak spiritualis abal2 bilang dia punya vibrasi tinggi. Sesama empath yg sangat peka dgn energi pasti tau orang ini justru sangat jahat. Sebenarnya kebuka waktu tragedi Kanjuruhan itu. Ada ratusan korban, pas ditanya wartawan, dia melengos cuma bilang: "Saya jawab di lain waktu." Ini salah satu ciri devilish ruler. 馃槇
Baru paham kenapa banyak orang datang ke rumah pria pesugihan. Amplopnya Rp500 ribu sampai Rp2 juta per orang. Itu bukan berkah. Itu umpan. Analisis kecil. Kalau yang datang 20 juta jiwa dan masing-masing diberi Rp500 ribu, beliau baru keluar Rp10 triliun. Doang. Seandainya Rp500 ribu diberi ke seluruh rakyat Indonesia 290,1 juta jiwa, beliau hanya keluar sekitar Rp145,05 triliun. Bagi pria pesugihan itu masih uang receh. Karena yang dikorup selama ini bisa lebih dari 100 kali lipat dari angka itu. Lihat beritanya semasa beliau menjabat. Hampir setiap hari konglo dan para oligarki setor ke sejumlah kediaman beliau dan anaknya. Mengerikan kalau seluruh skandal itu benar-benar dibuka ke publik. Tapi lagi-lagi siapa yang berani menyenggol? SiNyawit pun tak punya nyali dan tidak kelihatan berani menyentuh. Apalagi aparat. Hukum berhenti di depan nama yang terlalu besar. Yakinlah suatu hari skandal ini akan terbongkar habis. Bukan karena elit tiba-tiba suci. Karena tumpukan yang terlalu tinggi tidak bisa disembunyikan selamanya.
13
71
10,833
Yang menciptakan aplikasi belajar bahasa Indonesia untuk para bule ini mesti kita kasih penghargaan besar. Karena berhasil menciptakan aplikasi dengan bahasa Indonesia yang begitu autentik. Bagaimana mengucapkan I LOVE YOU dalam bahasa Indonesia? Jawabannya: 馃馃檧馃樁鈥嶐煂笍
3
9
1,329
Serusak-rusaknya @prabowo, tapi lebih rusak lagi jelas @jokowi (di eranya, semua tatanan kehidupan di negeri ini dibuatnya luluh lantak).
Baru paham kenapa banyak orang datang ke rumah pria pesugihan. Amplopnya Rp500 ribu sampai Rp2 juta per orang. Itu bukan berkah. Itu umpan. Analisis kecil. Kalau yang datang 20 juta jiwa dan masing-masing diberi Rp500 ribu, beliau baru keluar Rp10 triliun. Doang. Seandainya Rp500 ribu diberi ke seluruh rakyat Indonesia 290,1 juta jiwa, beliau hanya keluar sekitar Rp145,05 triliun. Bagi pria pesugihan itu masih uang receh. Karena yang dikorup selama ini bisa lebih dari 100 kali lipat dari angka itu. Lihat beritanya semasa beliau menjabat. Hampir setiap hari konglo dan para oligarki setor ke sejumlah kediaman beliau dan anaknya. Mengerikan kalau seluruh skandal itu benar-benar dibuka ke publik. Tapi lagi-lagi siapa yang berani menyenggol? SiNyawit pun tak punya nyali dan tidak kelihatan berani menyentuh. Apalagi aparat. Hukum berhenti di depan nama yang terlalu besar. Yakinlah suatu hari skandal ini akan terbongkar habis. Bukan karena elit tiba-tiba suci. Karena tumpukan yang terlalu tinggi tidak bisa disembunyikan selamanya.
2
3
247
Sumatera Adil & Federal retweeted
Yang penting tukang survei nya ngekorin terus wak.. Cukup 1200 amplop buat dijadikan responden 馃ぃ
Baru paham kenapa banyak orang datang ke rumah pria pesugihan. Amplopnya Rp500 ribu sampai Rp2 juta per orang. Itu bukan berkah. Itu umpan. Analisis kecil. Kalau yang datang 20 juta jiwa dan masing-masing diberi Rp500 ribu, beliau baru keluar Rp10 triliun. Doang. Seandainya Rp500 ribu diberi ke seluruh rakyat Indonesia 290,1 juta jiwa, beliau hanya keluar sekitar Rp145,05 triliun. Bagi pria pesugihan itu masih uang receh. Karena yang dikorup selama ini bisa lebih dari 100 kali lipat dari angka itu. Lihat beritanya semasa beliau menjabat. Hampir setiap hari konglo dan para oligarki setor ke sejumlah kediaman beliau dan anaknya. Mengerikan kalau seluruh skandal itu benar-benar dibuka ke publik. Tapi lagi-lagi siapa yang berani menyenggol? SiNyawit pun tak punya nyali dan tidak kelihatan berani menyentuh. Apalagi aparat. Hukum berhenti di depan nama yang terlalu besar. Yakinlah suatu hari skandal ini akan terbongkar habis. Bukan karena elit tiba-tiba suci. Karena tumpukan yang terlalu tinggi tidak bisa disembunyikan selamanya.
1
7
27
1,626
Daftar warisan utang pemerintah antar presiden: 1. Sukarno : 794 miliar 2. Suharto : 551,4 Triliun 3. B.j. Habibie : 938,8 Triliun 4. Gusdur : 1.271,4 Triliun 5. Megawati : 1.298 Triliun 6. SBY : 2.608,8 Triliun 7. JOKOWI : 8.461,9 TRILIUN 8. Prabowo : Lebih 10 ribu Triliun
10
59
205
14,149
Si murah banget sudah keluar Siap虏 tipu daya berikutnya Bakalan banyak yang akan Join member馃槂馃榾
6
10
100
21,850
Yang masih mengidolakan ini band. Mending kalian ke psikiater. Jika gak ada duit langsung masuk RSJ aja sekalian. Kalian gila
1
2
41
2,240
Untuk membersihkan lapas kita dari para benalu maka mulailah dari memecat si b3d3bah ini. 1. Si bangke mashudi 2. Si bangke gunawan
5
45
140
4,488
Sumatera Adil & Federal retweeted
Seorang pria akan bekerja lebih keras ketika ia tahu untuk siapa semua perjuangannya. Bukan karena wanita itu menuntut segalanya. Tetapi karena cinta membuatnya ingin pulang dengan membawa sesuatu yang layak dibanggakan. Ia mungkin sanggup hidup sederhana seorang diri. Namun ketika benar-benar mencintai seorang wanita, ia akan berusaha menjadi pria yang lebih baik. Karena bagi seorang pria, wanita yang dicintainya bukan sekadar pasangan. Melainkan alasan untuk terus bertumbuh.
4
8
640
Sumatera Adil & Federal retweeted
Ternyata Wisatawan Dari Negara Ini "Tidak Disukai" di Bali Di Bali beberapa waktu yang lalu, saya sempat ngobrol dengan driver bus pariwisata yang saya tumpangi. Sebut saja namanya Bli Komang (Bli artinya Abang dalam bahasa Bali). "Bli, sepertinya pariwisata Bali sudah normal lagi, ya? Turis mancanegara sudah kembali ramai. Kondisi ini sudah sama dengan sebelum pandemi, ya?" ujar saya membuka percakapan. Saya bertanya begitu, karena melihat di Denpasar memang sudah banyak sekali wisatawan asing. Pagi sebelumnya saya jogging sepanjang pantai Kuta dan lebih banyak berpapasan dengan orang asing ketimbang orang Indonesia. Bli Komang menjawab. "Kalau dibandingkan dengan sebelum pandemi belum normal sih, Pak. Tapi memang sudah kembali ramai setelah benar-benar terpukul karena covid kemaren." "Bagaimana dengan trend asal turis, Bli? Ada perubahan, gak?" "Oh , kalau itu iya, Pak. Memang berubah drastis trend wisatawan yang datang ke Bali berdasarkan asal negara. Sebelum pandemi, mayoritas pengunjung berasal dari Australia, Eropa, dan Amerika. Yang dari Asia umumnya berasal dari negara X. Sekarang, yang banyak datang wisatawan dari negara Z. Dan saya terus terang tidak suka dengan karakter wisatawan dari negara Z ini." Saya baru tahu data ini, dan penjelasan Bli Komang barusan menimbulkan pertanyaan lanjutan di benak saya. "Tidak suka kenapa, Bli?" tanya saya. "Pokoknya menyebalkan, Pak. Banyak bikin masalah. Khususnya dengan kami-kami pekerja wisata di lapangan, seperti driver atau karyawan hotel. Lalu Bli Komang menceritakan beberapa kejadian yang pernah ia alami untuk menjelaskan pernyataannya soal "menyebalkan" itu. Pertama. "Mereka sering ngaret parah, Pak. Misal, janji jam 8 mereka dijemput di hotel tempat mereka menginap. Jam 8 saya sudah tiba. Eh, mereka enak saja baru pada muncul jam 10 tanpa ada rasa bersalah sama sekali." Kedua. "Biasanya, wisatawan dari negara manapun, selesai tour langsung makan malam dulu, baru pulang ke hotel. Sehingga kami para sopir pun bisa pulang lebih cepat. Nah, turis dari negara Z ini tidak begitu. Usai tour, mereka minta balik ke hotel dulu--mandi dan ganti pakaian. Lalu minta keluar lagi cari makan malam. Bayangkan, jam berapa kami para driver ini baru bisa pulang." Ketiga "Selama tour, mereka hampir selalu memaksakan kehendak harus makan di tempat yang menyediakan menu khas dari negara mereka. Dibilangin kalau bus besar susah parkir di sana, mereka tak peduli. Tetap memaksa harus makan di sana. Mereka bilang, turunkan dulu mereka, lalu terserah mau cari parkir di mana, nanti jemput lagi mereka selesai makan. Ini benar-benar merepotkan kami para driver." Saking menyebalkannya, Bli Komang bilang ia perrnah memukul turis dari negara Z ini. Saya kaget. Sampai memukul? Apa masalahnya? Bli Komang bercerita. Ia sedang menyetir bus ukuran sedang dengan penumpang seluruhnya turis dari negara Z. Awal jalan, normal. Tak lama kemudian, penumpang yang duduk persis di belakangnya, menaikkan kedua kaki ke atas senderan jok sopir. Bli Komang masih diam. Mungkin hanya sebentar, pikirnya. Tapi rupanya kaki itu tidak turun-turun. Bli Komang minta baik-baik agar kaki diturunkan. Tapi turis itu cuek. Kedua kakinya tetap di atas senderan jok. Bli Komang pun diam. Kemudian menggeser duduknya agak ke depan supaya kaki turis itu tidak mengenai kepalanya. Tapi turis itu makin menjadi-jadi. Ia mendorong kepala Bli Komang dengan sebelah kakinya, lalu bicara. Dorongan kaki ke kepala itu sepertinya dia anggap sama saja dengan colekan tangan ketika hendak mengajak orang bicara. Merasa ini sudah keterlaluan, Bli Komang pun marah. "Anda tolong sopan, ya!" ujar Bli Komang tegas. Bukannya sadar sudah berbuat tidak sopan, turis itu malah 'nyolot' dengan kata-kata yang merendahkan. Saya tidak bisa menyebutkan apa kata-kata itu. Tapi yang jelas membuat Bli Komang meledak emosinya. Ia injak kuat gas, lalu injak rem mendadak. Turis itu pun terpental ke depan, tersungkur di samping Bli Komang. Tanpa ampun, Bli Komang mencengkram leher turis itu lalu melepaskan bogem mentah ke wajahnya. Sontak turis lainnya terperanjat. Tapi Bli Komang menghadapinya dengan tenang. Ia terus mengemudi. Lalu membelokkan bus ke kantor polisi. Di kantor polisi ia ceritakan bahwa ia baru saja memukul seorang turis, tapi ia melakukannya karena si turis kurang ajar bahkan menghina. Polisi pun berpihak pada Bli Komang. Turis itu akhirnya minta maaf. Sejak kejadian itu, Bli Komang tak mau lagi bekerja membawa turis asal negara Z. Menurutnya, lebih baik tak dapat job dari pada membawa mereka. Terus terang, saya kaget mendengar cerita itu. Tak menyangka orang-orang negara Z sikapnya sedemikian parah. Selama ini yang saya tahu, masyarakat Bali sering komplain dengan prilaku orang-orang Australia yang sering bikin masalah. Ini pernah diungkapkan langsung lewat surat terbuka oleh Jerinx (drummer band asal Bali--Superman Is Dead). Ketika ini saya konfirmasi, Bli Komang bilang, orang Australia sering bikin masalah hanya ketika mabuk. Saya tanya juga, bagaimana dengan wisatawan asal Malaysia? Kita tahu, di medsos, netizen Malaysia sering berseteru dengan netizen Indonesia. Tapi lagi-lagi Bli Komang bilang, turis asal Malaysia hampir sama karakternya dengan wisatawan lokal Indonesia, baik-baik. Tidak pernah bikin masalah. Hmm ... berarti memang hanya turis asal negara Z ini saja yang "rada-rada" sehingga tidak disukai di Bali. Dan menurut Bli Komang, ini bukan pengalaman dirinya saja, rekan-rekan seprofesinya juga banyak mengalami pengalaman yang relatif sama.
27
5
18
16,256
Sumatera Adil & Federal retweeted
Memang salah ya kalo gaji 2,9 juta bisa punya belasan rumah? Kan pendapatan gak mesti dari gaji saja, mana tau nyambi jadi tukang sulap
1
2
2
942