Jumat, 23 Oktober 2026
Seorang perempuan mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual saat berjalan sore bersama teman kosnya di kawasan Bundaran UGM, Yogyakarta.
Berdasarkan pengakuan korban, peristiwa tersebut terjadi ketika dirinya dan seorang teman sedang berolahraga jalan kaki. Karena kondisi trotoar yang cukup sempit, keduanya berjalan berurutan dengan posisi korban berada di belakang.
Korban mengaku mulai curiga saat melihat seorang pria duduk di atas sepeda motor yang terparkir di tikungan, sekitar 20 meter sebelum dirinya melintas. Ketika temannya melewati pria tersebut, tidak terjadi apa-apa.
Namun, saat korban melintas, pria itu disebut menghadap ke arah trotoar dan melakukan tindakan tidak senonoh dengan memainkan alat kelaminnya.
Meski terkejut, korban berusaha melawan dengan meraih pria tersebut sembari berteriak, "Aku ra wedi ro koe!" (Saya tidak takut kepadamu!).
Korban mengaku hanya berhasil meraih tas pria tersebut
sebelum berlari menjauh. Namun, pria itu justru mengejarnya sambil berteriak menuduh korban sebagai pencuri.
Korban kemudian meminta pertolongan di sebuah warung makan Warmindo yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Sejumlah orang keluar setelah mendengar permintaan pertolongan korban dan membantu menahan pria yang diduga sebagai pelaku.
Korban mengaku baru bisa menangis setelah
mendapatkan bantuan dari warga sekitar. la pun menyampaikan bahwa dirinya akhirnya mendapat pertolongan berkat keberanian warga yang merespons
kejadian tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian masyarakat terhadap ruang publik dan menciptakan ruang aman untuk perempuan
salindaest