Gue mau mengarsip beberapa thread/post penting gue buat referensi masa depan. Kebanyakan campuran Bahasa Indonesia dan Inggris (silakan DM kalo mau request terjemahan).
One wonderful thing about having many Javanese transplants in Jakarta is that younger people have learned to point with our thumbs rather than our index fingers.
susah emg ya cari duit sampai harus pake orang lain buat farm engagements, salut buat komunitas LGBT bisa ngasih makan orang secara gak langsung walaupun mereka sendiri aja sulit buat cari makan
everyone has such big a ego nowadays that if a movie is not 100% relatable or doesn’t cater to their warped ideas of identity politics, it’s considered to be inherently bad. learn to decenter yourself.
Yang bikin gue paling sebel sampe kemaren gue juga jadi korban konten homofobik di sosmed adalah ‘mereka’ kira perpes itu legitimasi buat mereka melakukan kekerasan. Dan buat apa? Ujungnya cuma insentif buat vigilante gak jelas nyerang waria dan pemuda di kafe.
‘Kami Bukan Ancaman’, Ahli Hukum dan Aktivis Tegaskan Keragaman Seksualitas Bukan Tindak Pidana
Pasca mencuatnya Perpres 111/2025 diikuti usulan MUI mengganti istilah LGBT menjadi LGSP, persekusi dan kekerasan terhadap transpuan terus terjadi. Aktivis dan ahli hukum tegaskan keragaman seksualitas bukan tindak pidana.
Baca artikel selengkapnya di:
konde.co/2026/09/kami-bukan-…
Ini ada ahli hukum yang menjelaskan. Perpes mengenai LGBTQ+ itu bukan izin melakukan kekerasan. Peraturan tersebut tidak punya legitimasi hukum untuk ‘meng-ilegalkan’ siapapun.
Please help share biar pada gak salah kaprah.
piped.video/zbL5BtOYdYQ?si=CUP1…