Postingannya udah diapus btw. Don't get me wrong poin dia sebenarnya ada yang valid (eg: meritokrasi untuk gaji tinggi), tp cara penyampaian dan kebutaannya soal kondisi saat ininya itu lho, kayak orang gak ada empati banget. Kalimat pertamanya seolah gaji semua guru udah layak.
Naif banget 200rb diminta bersyukur dan "Ga ada yang bisa dibuat kerja hal lain?"
Ada yang namanya waktu dan tenaga. Ngajar itu berjam-jam di sekolah, guru pun pulang sore. Masih mau nyambi? Bisa aja, tapi di fisik dan mental ga baik. Belum lagi yg punya keluarga.
Apaan sih, agama dipake buat mendoktrin orang supaya nggak berkembang secara finansial dengan dalih bersyukur. lu kira bisa beli beras pake bersyukur doang?
kirim postingan kamu ini ke anak cucu kamu kelak,
kelak ketika mereka juga dipaksa masyarakat buat bersyukur atas gaji mereka yg buat makan seminggu mereka berjuang,
gara-gara punya orang tua sepertimu,
penyakit,
naudzubillah
Hah bersyukur beda dgn nerimo, bersyukur mah di setiap harinya tapi kan tetap harus berjuang utk kehidupan yg lbh baik, utk hak-hak yang pantas/sesuai dgn apa yang udh diusahakan/dilakukan