Ngomong-ngomong soal Salihara tentu tak bisa lepas dr salah satu pendirinya, Goenawan Mohamad (GM). Sosok yg pernah "menceramahi" Pramoedya Ananta Toer untuk mencontoh kesabaran & rekonsiliasi ala Nelson Mandela, yg kemudian dibantah Pram lewat sebuah esai dgn epilog segahar ini:
Saran saya sih, tinggalin aja karya2 dari Geng Salihara, apapun bentuknya. Sejarahnya mereka ada di sisi Manikebu dan perlu diingat bahwa Manikebu menolak seni sebagai sarana politik. Artinya bagi Manikebu, kritik politik yg berwujud seni hukumnya haram.