Keluarga Rini Ali Soraya (35), ibu rumah tangga asal Kampung Pasirtengah, Desa Pasirpanjang, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, mengungkap kronologi hilangnya korban sebelum ditemukan meninggal dunia di perkebunan jati Ciemas pada Selasa (13/10/2026).
Dilansir dari Detikcom, korban terakhir berpamitan untuk mengantar penumpang menggunakan sepeda motor, sementara polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya.
Kerabat korban, Sutiman, menuturkan bahwa Rini meninggalkan rumah pada Jumat (9/10/2026) pagi. Saat itu, korban mengatakan hendak mengantar penumpang dengan sepeda motor matik, tetapi tidak kembali ke rumah hingga jasadnya ditemukan.
Sutiman menjelaskan, keluarga awalnya tidak mencurigai kepergian Rini karena korban terbiasa bepergian. Ia juga menyebut korban berangkat dengan pakaian tidur dan mengaku tidak memiliki uang.
"Kronologinya begini awalnya, hari Jumat (9/10) seminggu ke belakang pagi-pagi pergi ke tempat neneknya. Katanya mau ngojek, mengantar penumpang. Celananya juga masih celana baju tidur katanya.
Bicaranya itu karena tidak pegang uang. Karena memang sudah biasa suka keluyuran jalan-jalan, main-main, jadi tidak ada kecurigaan atau bagaimana di hari Jumat itu. Entah Kamis atau Jumat, saya lupa waktu menanyakannya ke pihak keluarga," ujar Sutiman saat diwawancarai Detikcom pada Sabtu (17/10/2026).
Memasuki hari kedua, Sabtu (10/10/2026), anak laki-laki tertua Rini menghubungi ibunya melalui WhatsApp untuk menanyakan kapan ia pulang. Menurut Sutiman, korban masih membalas pesan sehingga keluarga belum menaruh kecurigaan.
"Ketika hari kedua tidak pulang, berarti hari Sabtu (10/10) tidak pulang, sempat di-WA sama anaknya yang laki-laki yang gede, 'Mama kapan pulang?'. Masih sempat menjawab, jawabannya itu 'Iya nanti juga pulang, Kamis juga pulang karena ada bayaran ke Bank Emok,' katanya begitu. Berarti di hari itu masih normal-normal saja, makanya tidak menaruh curiga," ujar Sutiman.
Perubahan mulai terlihat pada Minggu (11/10/2026), ketika nomor telepon Rini tidak selalu aktif. Sutiman menyebut suami korban, yang sedang bekerja di Padang, menerima pesan WhatsApp dari nomor tersebut yang meminta uang dan menyebut pengirim sedang berada di rumah temannya di Depok.
Menurut Sutiman, panggilan video dan panggilan telepon kepada nomor tersebut berulang kali ditolak. Keluarga kemudian semakin khawatir karena tidak dapat memastikan keberadaan Rini.
"Hari Minggu (11/10) mulai tidak aktif katanya, tapi kadang aktif kadang tidak itu WhatsApp saat dihubungi. Suaminya kan sedang di luar kota di Padang. Dari situ ada yang mengirim WA minta uang, bilangnya sedang di tempat temannya di Depok, katanya hari Minggu itu bicaranya begitu. Tapi ketika di-VC (video call/telepon) ditolak, di-reject tanpa keterangan, tidak mau mengangkat, setiap ditelepon oleh siapa pun di-reject terus," papar Sutiman.
Pada Senin (12/10/2026), nomor telepon korban tidak lagi aktif. Keluarga mulai mencari keberadaan Rini setelah komunikasi terputus dan tidak ada balasan pesan, tetapi upaya pencarian belum membuahkan hasil.
"Dari situ hari Senin (12/10) sudah tidak aktif lagi katanya. Keluarga mulai resah karena sudah tidak aktif, tidak ada lagi balasan WA. Lapor ke bapaknya, bapaknya juga bertanya-tanya mencari ke mana-mana tidak ada, intinya sudah lost contact dari situ," ujar Sutiman.
Warga Kampung Margaluyu Dua, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, menemukan jasad perempuan dalam kondisi membusuk di lereng perkebunan jati pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Keluarga mengidentifikasi korban melalui barang-barang yang ditemukan di lokasi, termasuk sandal dan celana yang dikenakannya sebelum menghilang.
Sutiman mengatakan sepeda motor yang dibawa Rini saat meninggalkan rumah belum ditemukan. Jarak antara tempat tinggal korban di Ciracap dan lokasi penemuan jasad di Ciemas diperkirakan mencapai 30 hingga 40 kilometer, dengan waktu perjalanan sekitar 45 menit hingga 1 jam.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sukabumi